NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mencatat sebanyak 21.000 rumah di Kecamatan Jagakarsa telah menjalankan pemilahan sampah dari sumber, yang didukung sejumlah sarana pengolahan organik, di antaranya biopori jumbo dan teba modern.

"Saat ini, sekitar 21.000 rumah di Jagakarsa telah menjalankan pemilahan, didukung sarana pengolahan organik, seperti biopori jumbo dan teba modern," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Iwan Santoso dalam percontohan pengelolaan sampah kolaboratif di RW 06 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin.

Dia mengatakan nantinya, pihaknya menggandeng relawan untuk memberikan edukasi pemilihan sampah serta membagikan sarana, antara lain ember sampah organik dan kantong sampah anorganik.

Pendampingan relawan itu dilakukan dari rumah ke rumah, sehingga masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga mempraktikkan pemilahan sampah.