NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, telah berlangsung selama 22 hari. Hingga kini, api belum dinyatakan padam sepenuhnya meski kondisinya sudah terkendali.

Danru 1 Pangkajene, Muhammad Ikfar, mengatakan penanganan karhutla saat ini difokuskan pada pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kondisi tersebut dipengaruhi intensitas hujan di wilayah Pangkep yang masih rendah.

"Penanganannya berlangsung selama 22 hari. Khusus saat ini, penanganannya berupa pemantauan karena di Kabupaten Pangkep sendiri intensitas hujannya masih rendah. Masih ada kemungkinan kembali menyala," kata Ikfar saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).

Kebakaran terjadi di sejumlah lokasi yang masuk kawasan Taman Nasional, tepatnya di zona inti dan zona rimba. Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Minasatene, Kelurahan Kalabirang, dan Desa Panaikang di Kecamatan Minasatene.

Sementara di Kecamatan Balocci, kebakaran terjadi di Kelurahan Balocci Baru, Kelurahan Kassi, dan Kelurahan Jenai.

"Iya, kawasan Taman Nasional semua di zona inti dan zona rimba Taman Nasional," ujarnya.

Ikfar menyebut titik api muncul pada waktu berbeda. Kebakaran pertama dilaporkan pada 30 September di Kampung Bulu, Kelurahan Minasatene. Kemudian, titik api muncul di Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, pada 10 Oktober.