Titik api terakhir dilaporkan pada 22 Oktober di Kampung Mattubbu, Desa Panaikang, Kecamatan Minasatene.

Meski api terakhir, kata Ikfar, terpantau pada 22 Oktober, petugas belum menyatakan kebakaran sepenuhnya padam. Sebab, titik api berada di puncak kawasan karst yang sulit dijangkau.

"Belum dinyatakan padam, cuma statusnya terkendali karena berada di puncak. Selama intensitas hujan masih seperti sekarang, masih gerimis, kami belum bisa menyatakan padam," jelasnya.

Ikfar menjelaskan bahwa medan yang terjal dan tidak adanya akses jalan menuju puncak karst menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran. Petugas tidak mengambil risiko untuk menjangkau titik api di kawasan tersebut karena kondisi medan yang berbahaya.

Penanganan difokuskan pada kaki kawasan karst dan tebing yang berpotensi mengancam permukiman warga.

"Kalau sudah naik ke puncak karst, kami tidak mengambil risiko sampai ke atas karena tidak ada akses. Peralatan untuk memanjat juga tidak direkomendasikan saat kebakaran. Jadi, kami hanya melakukan penanganan di kaki karst dan tebing yang berpeluang ke permukiman warga," ungkapnya.