Malwi menyebut, keberadaan ratusan pedagang di area depan pasar diakui cukup membantu menutupi target retribusi harian Pasar Kebon Roek. Adapun target penarikan retribusi Pasar Kebon Roek mencapai Rp 2.260.000 per hari. Diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk mempercantik dan menata Pasar Kebon Roek. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja dan menghilangkan kesan kumuh.
"Kami akan tata supaya tidak ads kecemburuan sosial. Kami juga akan tertibkan (pedagang), khususnya yang ada di depan pasar. Area di depan pagar itu khususnya untuk parkiran, tetapi selama ini kan diduduki oleh pedagang," kata Kepala Disdag Kota Mataram, Irwan Harimansyah saat dikonfirmasi NadiKabar, sebelumnya.
"Kami akan siapkan lahan di dalam pasat serta mengimbau pedagang yang ada di depan (pagar) untuk berdagang di dalam. Supaya bagus, keadaan pasar (jadi) bersih," sambungnya.