BI, lanjut Yayat, memiliki tiga pilar utama dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ketiganya yakni penguatan ekosistem ekonomi syariah dan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan syariah, serta perluasan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah.

Di Mataraman, strategi tersebut dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Pengembangan sektor potensial diarahkan agar terintegrasi dari sisi produksi hingga pemasaran.

Salah satu bentuk konkretnya yakni komitmen bersama Pemkot Kediri untuk membangun kampung halal di Kota Kediri.

"Harapan kami, hal ini dapat diadopsi juga di berbagai wilayah lain di Jawa Timur atau di Mataraman sendiri. Untuk itu kami memohon dukungan Bapak-Ibu sekalian dalam implementasi dan pelaksanaannya ke depan," ujarnya.

Yayat menambahkan Syi'ar 2026 menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Jawa Timur di Surabaya sekaligus rangkaian Indonesia International Halal Lifestyle dan ekonomi syariah.

Dia berharap penguatan sinergi dan transformasi digital mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah sekaligus memperkuat rantai pasok halal di wilayah Mataraman.

"Tema ini merupakan wujud sinergi nyata untuk memperkuat rantai pasok halal atau halal value chaindan juga penguatan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman," pungkas Yayat.