Menurut dia, alat peraga edukatif tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi sarana belajar sambil bermain untuk menstimulasi kemampuan kognitif, motorik, sosial, dan emosional anak.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan PAUD, terutama lembaga yang masih memiliki keterbatasan sarana pembelajaran, sehingga anak-anak memperoleh kesempatan belajar yang lebih merata.

"Khususnya yang selama ini masih terbatas sarana, dapat semakin berkualitas. Sehingga setiap anak di Jakarta Pusat memperoleh kesempatan belajar yang merata," ujarnya.

Diketahui, dari 28 lembaga penerima bantuan, lima lembaga mendapatkan alat peraga edukatif untuk kegiatan luar ruangan (outdoor), sedangkan 23 lainnya menerima alat peraga untuk kegiatan dalam ruangan (indoor).