Pramono berharap program tersebut dapat memastikan tidak ada lagi warga Jakarta yang kesulitan mengambil ijazah karena persoalan ekonomi maupun administrasi.
Menurutnya, pemerintah harus hadir membantu masyarakat yang mengalami kendala untuk memperoleh ijazah. Dokumen tersebut penting bagi warga untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.
"Tujuannya agar semua masyarakat di Jakarta yang belum bisa mengambil ijazah, mudah-mudahan Pemerintah DKI Jakarta bisa hadir untuk membantu mengambil ijazah," ujarnya.
Pramono mengungkapkan, salah satu penerima bantuan bahkan telah tertahan ijazahnya selama lebih dari 10 tahun, yakni sejak 2016. Hal itu menjadi salah satu gambaran warga yang membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan persoalan administrasi pendidikan.