NADIKABAR.COM — Kepercayaan adalah fondasi paling rapuh sekaligus paling kokoh dalam sebuah rumah tangga. Namun bagi seorang pria di China bernama Wei, fondasi itu runtuh seketika saat selembar kertas hasil tes DNA mengungkap kenyataan pahit yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tiga anak perempuan yang ia besarkan dengan kasih sayang, ternyata tidak memiliki ikatan darah dengannya.

Kisah pilu ini bermula di Distrik Nanzheng, Kota Hanzhong, Provinsi Shaanxi. Melansir VN Express, Wei dan istrinya, He, membangun biduk rumah tangga sejak tahun 2017. Selama bertahun-tahun, keluarga ini tampak lengkap dengan kehadiran tiga buah hati, yaitu seorang putri sulung berusia 8 tahun dan sepasang anak kembar yang lahir pada Juli 2025.

Namun, riak kecurigaan mulai mengusik ketenangan Wei pada tahun 2024. Gelagat He berubah; ia menjadi lebih sering meninggalkan rumah dengan dalih wawancara kerja atau sekadar bertemu kawan. Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Keluarga Wei sempat memergoki He bersama pria lain. Bahkan, perangkat keamanan di rumah mereka, mulai dari kamera pengawas hingga kamera dasbor mobil, kerap ditemukan dalam kondisi mati atau dicabut sesaat sebelum He pergi.

Puncaknya terjadi pada April 2026. Didorong rasa penasaran yang menyesakkan dada, Wei memutuskan melakukan tes DNA terhadap kedua anak kembarnya. Hasilnya bak petir di siang bolong: Wei bukanlah ayah biologis dari si kembar. Seolah belum cukup, tes DNA susulan terhadap putri sulungnya pun memberikan jawaban yang sama menyakitkan.