Wei yang masih terhuyung dalam ketidakpercayaan, mencoba melakukan tes ketiga. Namun, He bersikeras menolak hasil tersebut. Ia menyatakan hanya akan mengakui hasil dari pemeriksaan paternitas forensik resmi. Perselisihan ini pun akhirnya bergulir ke meja hijau, di mana pengadilan memerintahkan pemeriksaan paternitas secara formal.
Hasil tes keempat, yang menjadi bukti final, kembali mengonfirmasi kenyataan pahit tersebut. Wei bukan ayah biologis dari ketiga anak perempuan itu. Di hadapan persidangan, He memberikan pernyataan yang mengejutkan dengan mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui siapa ayah biologis dari ketiga anak tersebut.
Lantaran tak ada lagi titik temu untuk menyelamatkan pernikahan, Wei melayangkan gugatan cerai pada Juni 2026. Dalam sidang perdana di Pengadilan Rakyat Distrik Nanzheng pada 17 Agustus, Wei menuntut pembubaran pernikahan. Tak hanya itu, ia menuntut kompensasi sebesar 310 ribu yuan atau sekitar Rp 818 juta sebagai pengganti biaya pengasuhan dan ganti rugi atas tekanan emosional yang ia derita.
Di sisi lain, He hanya menawarkan kompensasi sebesar 10.000 yuan atau sekitar Rp 26 juta untuk masing-masing anak. Uang itu diklaim sebagai bentuk apresiasi bagi ibu Wei yang selama ini membantu merawat anak-anak. Namun, tawaran yang dianggap tak sebanding itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Wei.