Penggugat yang datang mengeksekusi membawa tronton dan satu unit ekskavator kemudian didampingi polisi mendapat perlawanan dari warga. Truk pengangkut ekskavator yang akan dipakai mengeksekusi lahan turut dirusak massa.
"Akhirnya dari pihak penggugat dan tergugat dan pihak bantuan dari kepolisian juga terjadi lah bentrok. Alat berat ini seperti kelihatan di sini ada mobil tronton 1 dan ekskavator 1. Ada kaca mobil tronton yang pecah," bebernya.
Bentrok antarkelompok juga terjadi di Jalan Leimena, Kecamatan Panakkukang, pada Kamis (10/9) sore. Sebanyak 4 kendaraan motor dibakar dalam bentrokan tersebut.
"Masalah lokasi sepertinya. Kemungkinan dipicu gara-gara persoalan tanah," ucap Camat Panakkukang Syahril kepada NadiKabar, Kamis (10/9).
Syahril tidak mengetahui pasti dua kelompok yang terlibat tawuran. Namun dia menduga bentrokan pecah karena sengketa lahan di lokasi tersebut.
"Saya tidak tidak tahu kelompok mana tadi yang saling serang tapi kemungkinan dipicu gara-gara lahan. Tanah yang di Jalan Leimena tapi kurang tahu titiknya," katanya.
Dia menyebut berdasarkan laporan yang diterima ada 4 motor yang hangus terbakar. Kendati begitu, dirinya tidak mengetahui dari kelompok mana yang motornya terbakar.
"Ada motor 4 dibakar, saya tidak dapat informasinya siapa yang punya motor. Nda ada korban, kayaknya amanji. Hanya kendaraan yang terbakar," ucapnya.
Syahril menambahkan tak ada benda tajam yang ditemukan di lokasi bentrokan. Namun banyak batu yang berhamburan di jalanan.
"Tadi saya tanya pak Lurah tidak ada busur, hanya batu saja yang di jalan," pungkasnya.
Dalam video beredar, terlihat sepeda motor yang dibakar massa di tengah jalan. Tak ada kendaraan yang berani melintas saat bentrokan berlangsung.