Kurang dari sebulan kemudian, Jakarta kembali menjadi tujuan wisata musik melalui Synchronize Festival yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Memasuki tahun ke-11, Synchronize Fest menghadirkan tujuh panggung dengan spektrum musik yang mencakup arus utama, independen, eksperimental, hingga komunitas. Daftar penampil yang telah diumumkan pada fase awal mencakup Hindia, Perunggu, Rizky Febian & Mahalini, Seringai, The Panturas, Bernadya, .Feast, serta kolaborasi Reality Club x Phum Viphurit.
Nilai jual Synchronize Fest juga terletak pada pengalaman di luar panggung. Konsep festival ini menggabungkan musik dengan seni, tari tradisional, film, program keluarga, pasar kreatif, komunitas, kolektif lokal, dan gerakan lingkungan. Program Warga Wargi Menanam menjadi bagian dari Green Movement.
"Pendekatan tersebut membuat Synchronize Fest lebih dekat dengan konsep wisata budaya. Pengunjung dari luar Jakarta tidak hanya menyaksikan musisi, tetapi dapat mengenali berbagai lapisan kebudayaan dan ekosistem kreatif Indonesia," ungkapnya.
Pada 11-13 Desember 2026, giliran Djakarta Warehouse Project (DWP) yang akan membawa wisatawan kembali ke Jakarta.
Setelah berlangsung di GWK Cultural Park, Bali, pada 2025, DWP kembali ke kota tempat perjalanan festival ini bermula. DWP berkembang dari acara klub pada 2008 menjadi festival musik dansa berskala internasional. Festival ini memiliki rekam jejak menghadirkan nama-nama seperti Calvin Harris, Carl Cox, Skrillex, TiΓ«sto, Martin Garrix, David Guetta, Armin van Buuren, DJ Snake, dan banyak musisi lainnya.