NADIKABAR.COM — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa setidaknya tiga kapal tanker menghantam ranjau laut saat berupaya melintasi Selat Hormuz melalui rute yang dianggap "ilegal" oleh Teheran. Ketiga kapal tanker itu disebut terbakar usai menabrak ranjau laut di jalur perairan strategis tersebut.
Iran secara efektif memblokade Selat Hormuz sejak perang berkecamuk melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu. Langkah itu memutus jalur pelayaran vital yang biasanya dilakukan oleh seperlima pasokan minyak dunia.
Otoritas Teheran bersikeras agar kapal-kapal meminta izin terhadap pihaknya sebelum melintasi jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global itu.
"Dua kapal tanker minyak yang melanggar aturan, terbakar dan terhenti akibat ledakan ranjau-ranjau yang dipasang oleh para pelaut pemberani dari Angkatan Laut IRGC di titik perlintasan ilegal di bagian selatan Selat Hormuz," kata IRGC dalam pernyataan yang dirilis via situs web resmi mereka, Sepah News, seperti dilansir AFP, Rabu (21/10/2026).