"Miliar sama satu juta itu adalah dua hal yang sangat jauh nolnya gitu ya. Pas dicek ke bawah dari history, ternyata betul bahwa ditukarkan ke gift dan di-gift kepada kurang lebih 14 akun," sambungnya.
Joseph mengatakan aksi tersebut diduga telah berlangsung berulang kali selama sekitar satu tahun. Dugaan penggelapan bahkan disebut semakin besar pada bulan terakhir.
"Selama satu tahun. Selama satu tahun ini berulang, dan juga di bulan akhir ini ada penarikan yang besar, convert yang besar sekitar Rp 450 juta untuk bulan ini doang," ungkapnya.
Menurut Joseph, penarikan dalam jumlah besar tersebut diduga menjadi tanda pelaku hendak meninggalkan pekerjaannya.
"Artinya apa? Artinya orang tersebut mau diduga akan kabur. Akan resign atau kabur," katanya.
Motif para tersangka juga mulai terungkap. Joseph mengatakan uang hasil dugaan penggelapan digunakan untuk membiayai gaya hidup, termasuk kebutuhan pacaran dan pesta.
"Motifnya pastinya seperti yang media tahu, ada pacaran dia, apa namanya, untuk biaya pacaran, ada yang buat biaya ulang tahun pacarnya atau biaya ulang tahun dia yang diselenggarakan di Bandung dan di Jakarta dan di kelab. Untuk foya-foyalah bisa dibilang kayak gitu," kata Joseph.
Joseph menyebut tersangka Z dan A diduga menjadi pihak yang berperan penting dalam aksi tersebut. Keduanya disebut saling memberikan masukan dalam menjalankan aksinya.
"Nah, ini kalau dalang tuh tim redaksi Z sama A ya. Karena kan mereka saling kasih masukan satu sama lain gitu lho. Bisa jadi kalau tanpa A, Z tidak melakukan. Bisa jadi tanpa Z ya A nggak mungkin bisa melakukan karena dia nggak punya akses kan," tuturnya.
Sementara itu, tersangka L disebut memiliki peran berbeda. L diduga membuat akun yang digunakan untuk menampung hasil dugaan kejahatan tersebut.