Selain itu, Vena menyebut, kondisi perekonomian para korban juga terbatas. Apalagi saat ini korban ada yang sudah berada di luar pulau.
"Untuk melakukan LP itu perlu effort, bolak-balik itu biaya juga, gitu loh. Sementara mereka juga harus bertahan untuk hidup di ekonomi yang sekarang," tuturnya.
Sebelumnya, diketahui seorang karyawan restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad perempuan berinisial MAD (28) diduga jadi korban kekerasan seksual. Tindakan itu disebut dilakukan oleh SSY (64), sang pemilik restoran.
Ia mengaku mengalami kekerasan seksual berulang kali dalam rentang waktu beberapa bulan hingga sempat berpikir ingin mengakhiri hidupnya.