Dalam video, Dino mengaku tidak mengetahui asal-usul almamater yang diberikan kepadanya saat aksi.
"Mengenai almamater yang saya kenakan, itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal-usulnya," sambungnya.
Meski demikian, ia berterima kasih kepada rekan-rekan organisasi mahasiswa Undira karena telah memberikannya kesempatan untuk memunta maaf secara aman tanpa mengintimidasi. Selain itu, ia juga mengaku tidak ada paksaan dalam membuat video permintaan maaf ini.
"Saya memohon sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan, terutama kepada pihak Universitas Dian Nusantara. Di sini saya memohon maaf tanpa ada paksaan dan ini merupakan murni kesalahan saya yang tidak teliti menindak suatu pekerjaan. Terima kasih," ucap Dino.
Sebelumnya Polda Metro Jaya juga mengungkapkan permintaan maaf atas pemberitaan yang beredar hingga menjadi perhatian masyarakat terkait Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10).
"Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," sambungnya.