Armada yang lebih besar juga memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam pengaturan jadwal penerbangan. Beroperasinya 58 pesawat di bawah satu sistem, maskapai dapat menyesuaikan rute berdasarkan permintaan perjalanan serta menangani penundaan penerbangan atau masalah teknis dengan lebih cepat.
Jin Air sedang melakukan peningkatan simulator penerbangan serta standardisasi panduan operasional bagi pilot, awak kabin, dan staf pemeliharaan dengan biaya sebesar Won 22 miliar.
Ketiga maskapai tersebut telah menjalankan program pelatihan bersama untuk membangun tim yang solid sebelum mendapatkan sertifikat keselamatan penerbangan tunggal dari otoritas penerbangan Korea Selatan.
Penggabungan ketiga maskapai ini akan membantu menekan biaya operasional, namun juga menghilangkan persaingan di rute-rute tempat Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul sebelumnya saling bersaing. Kekhawatiran muncul karena harga tiket di rute-rute tersebut berpotensi naik.
Kendati demikian, pasar maskapai berbiaya hemat di Korea Selatan akan tetap sangat kompetitif.