Selain itu, Arrmanatha juga mendorong adanya reformasi PBB. Dia menyebut reformasi PBB itu adalah untuk membuatnya lebih relevan bagi dunia.

"Kedua, reformasi PBB dan multilateral adalah keniscayaan. Reformasi bukanlah tentang melemahkan PBB, melainkan menjadikannya tepat guna bagi dunia tempat kita hidup saat ini dan di masa depan," tuturnya.

Arrmanatha mengatakan dengan mencalonkannya Indonesia sabagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, akan mendorong dampak yang lebih baik. DK PBB, kata dia, harus menjadi ruang solusi.

"Dewan Keamanan harus menjadi ruang untuk solusi, bukan ruang untuk veto," tuturnya.