Dengan demikian, alumni Teknik Mesin tercatat memiliki waktu tunggu paling singkat, sedangkan Teknik Dirgantara membutuhkan waktu paling lama untuk memperoleh pekerjaan pertama.
"Median waktu tunggu alumni untuk memperoleh pekerjaan pertama kurang dari 4 bulan setelah lulus, meskipun terdapat variasi pada masing-masing program studi. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan FTMD memiliki daya saing yang baik dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja," tulis Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB dalam unggahannya pada 21 Agustus 2026.
Selain mengukur waktu tunggu, tracer study juga melihat bagaimana alumni memperoleh pekerjaan pertama mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa internet atau platform daring menjadi salah satu jalur utama bagi lulusan FTMD untuk mendapatkan pekerjaan.
Rinciannya sebagai berikut:* Teknik Mesin: 40 persen melalui internet/daring, 31 persen melalui relasi, dan 11 persen melalui ITB Career Center.* Teknik Material: 44 persen melalui internet/daring, 26 persen melalui relasi, dan 12 persen melalui ITB Career Center.* Teknik Dirgantara: 37,4 persen melalui internet/daring, 37,4 persen melalui relasi, dan 7,1 persen dihubungi langsung oleh perusahaan.
Ada fakta menarik lainnya dari data tersebut. Alumni Teknik Mesin dan Teknik Material tidak tercatat memiliki persentase yang ditampilkan untuk mereka yang membangun bisnis sendiri. Sementara itu, alumni Teknik Dirgantara menunjukkan adanya lulusan yang memilih menjadi pengusaha, meskipun ITB tidak mencantumkan angka persentasenya secara rinci.
Dari sisi skala perusahaan, alumni FTMD angkatan 2018 paling banyak bekerja di perusahaan multinasional, dengan proporsi mencapai 46 persen. Berikutnya, 38 persen bekerja di perusahaan nasional, sedangkan 16 persen lainnya bekerja di perusahaan lokal.
Jika dilihat berdasarkan jenis badan usaha, sebanyak 83 persen alumni bekerja di perusahaan swasta. Sementara itu, 11 persen bekerja di BUMN atau BUMD.Menariknya, alumni Teknik Material angkatan 2018 tidak tercatat bekerja pada instansi pemerintah, organisasi multilateral, maupun perusahaan milik sendiri.