Mereka tidak hanya menyemprotkan air menggunakan jet shooter atau alat semprot punggung manual. Para relawan juga melakukan pendinginan, mencari potensi titik api, hingga membuat sekat bakar dengan mengikis semak dan membuat jarak antarlahan.
"Tadi kami juga ditugasi pada pendinginan, mencari potensi api serta membuat sekat bakar. Tanahnya agak dilubangi gitu untuk bikin jarak kalau ada api yang merembet," jelasnya lebih lanjut.
Menurut Po, kebakaran di kawasan Ijen bukan kali pertama terjadi. Ia mencatat kebakaran besar pernah melanda kawasan tersebut pada 2019 dan 2023. Kini, karhutla kembali terjadi pada 2026.
"Paling parah 2019 lalu, habis hutannya sampai ke pinggir," tambah Po.