Po masih mengingat kebakaran besar pada 2019. Saat itu, api disebut hampir menyapu vegetasi kawasan hingga pemadaman harus dibantu helikopter water bombing.

Kondisi medan Ijen yang curam serta angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Karena itu, Po berharap penanganan dari udara segera dilakukan untuk mencegah api semakin meluas.

"Harus cepat dikerahkan water bombingnya, karena pengalaman yang 2019 lalu itu kan telat," pungkasnya.

Karhutla yang melanda kawasan Ijen turut berdampak terhadap aktivitas wisata. Po menyebut dirinya harus membatalkan perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Para pelaku wisata berharap kebakaran segera tertangani sehingga kawasan Ijen dapat kembali beroperasi.