NADIKABAR.COM — Sekitar 300 pelaku wisata dan relawan lokal turun tangan membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, Banyuwangi. Mereka berjibaku memadamkan api menggunakan jet shooter hingga membuat sekat bakar secara manual.

Salah satu pelaku wisata yang ikut dalam upaya pemadaman yakni Taufikurohman (25), warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Pemuda yang akrab disapa Po itu mengaku tetap turun ke lokasi meski harus berhadapan langsung dengan titik api.

"Khawatir pasti ada, apalagi bertatap muka langsung dengan titik api di lapangan," tutur Po kepada NadiKabar, Sabtu (5/9/2026).

Po bersama ratusan pelaku wisata lainnya memiliki bekal pelatihan penanggulangan dan pencegahan kebakaran. Bekal tersebut digunakan untuk membantu proses pemadaman dan mencegah api semakin meluas.

Mereka tidak hanya menyemprotkan air menggunakan jet shooter atau alat semprot punggung manual. Para relawan juga melakukan pendinginan, mencari potensi titik api, hingga membuat sekat bakar dengan mengikis semak dan membuat jarak antarlahan.

"Tadi kami juga ditugasi pada pendinginan, mencari potensi api serta membuat sekat bakar. Tanahnya agak dilubangi gitu untuk bikin jarak kalau ada api yang merembet," jelasnya lebih lanjut.

Menurut Po, kebakaran di kawasan Ijen bukan kali pertama terjadi. Ia mencatat kebakaran besar pernah melanda kawasan tersebut pada 2019 dan 2023. Kini, karhutla kembali terjadi pada 2026.

"Paling parah 2019 lalu, habis hutannya sampai ke pinggir," tambah Po.

Po masih mengingat kebakaran besar pada 2019. Saat itu, api disebut hampir menyapu vegetasi kawasan hingga pemadaman harus dibantu helikopter water bombing.

Kondisi medan Ijen yang curam serta angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Karena itu, Po berharap penanganan dari udara segera dilakukan untuk mencegah api semakin meluas.

"Harus cepat dikerahkan water bombingnya, karena pengalaman yang 2019 lalu itu kan telat," pungkasnya.

Karhutla yang melanda kawasan Ijen turut berdampak terhadap aktivitas wisata. Po menyebut dirinya harus membatalkan perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Para pelaku wisata berharap kebakaran segera tertangani sehingga kawasan Ijen dapat kembali beroperasi.