Dari Stasiun Ketapang, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang dan menyeberang dengan kapal feri menuju Gilimanuk, Bali. Besarnya mobilitas di koridor ini terlihat pada 31 Mei 2026 ketika ASDP mencatat lintasan Ketapang–Gilimanuk melayani 29.075 penumpang dan 9.092 kendaraan dalam satu hari pada momentum arus balik libur panjang.
Bagi pelanggan, rangkaian konektivitas tersebut memberi pilihan perjalanan yang lebih luas: dari kereta api menuju kota dan destinasi di Banyuwangi, kemudian tersambung dengan penyeberangan menuju Bali. Pada saat yang sama, pergerakan pelanggan ikut berinteraksi dengan transportasi lokal, akomodasi, kuliner, perdagangan, serta berbagai aktivitas pariwisata di daerah.
“Perjalanan pelanggan dapat berlanjut jauh setelah turun dari kereta api. Ketika stasiun terhubung dengan pelabuhan dan berbagai destinasi, konektivitas menjadi semakin lengkap. Kami ingin perjalanan dengan kereta api ikut membuka lebih banyak akses bagi masyarakat untuk berwisata, bertemu keluarga, maupun menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah,” tutup Anne.