Di sisi lain, Parjiyatmi mengungkapkan bahwa untuk sementara waktu SDN 1 Sumberagung tidak akan menerima MBG. Semua itu untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Saya sudah buat surat pernyataan menolak MBG dan sudah ditandatangani wali murid serta komite. Jadi kami tidak menerima dulu MBG karena masih trauma juga kan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan murid SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Tidak hanya itu, tiga orang guru juga mengalami keracunan tersebut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji membenarkan kejadian tersebut. Hermawan mengatakan, bahwa kejadian itu bermula saat murid dan guru menyantap menu MBG pada hari Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menu MBG yang dimakan saat itu terdiri dari potato wedges, buah semangka, sayur buncis wortel, tempe garit, bistik dan galantin," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (8/9).