Siang harinya, lanjut Hermawan, ada murid yang mengalami diare, sakit perut, dan pusing. Namun wali murid menganggapnya hanya sekadar mengalami masuk angin.

"Hari Jumat itu sebenarnya ada guru yang mulai curiga karena kondisi tekstur galantin pada ompreng berbeda," ujarnya.

Lebih lanjut, hari Minggu (6/9/2026) ada salah satu guru yang izin tidak masuk untuk hari Senin karena mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas. Bahkan, akibat sejumlah gejala itu membuat guru tersebut mengalami sulit bangun.

"Karena diduga akibat mengonsumsi MBG, guru-guru menanyakan ke grup orang tua murid apakah ada keluhan pasca mengkonsumsi MBG hari Jumat. Hasilnya ada 50 anak dan tiga guru yang mengalami keluhan tersebut," ucapnya.