Namun, jangan langsung beranggapan semua kucing menyukai jenis scratcher yang sama. Setiap kucing bisa memiliki preferensi berbeda. Ada yang menyukai kain pelapis, tali, kayu, kardus, hingga permukaan seperti karpet.
Karena itu, pemilik perlu mengamati benda atau permukaan apa yang paling sering dicakar oleh kucing. Dari sana, pilih scratching post dengan material yang memiliki tekstur serupa.
Dengan menyediakan alternatif yang sesuai, kucing memiliki tempat untuk memenuhi kebutuhan mencakarnya tanpa harus menjadikan furnitur rumah sebagai sasaran.
Membeli scratching post saja belum tentu membuat kucing langsung menggunakannya. Penempatan juga memiliki peran penting. Dilansir dari PetMD, tiang atau tempat mencakar sebaiknya diletakkan di dekat furnitur yang selama ini menjadi sasaran kucing.
Misalnya, jika kucing sering mencakar sofa, letakkan scratching post di dekat sofa tersebut. Tempat lain yang dapat dipertimbangkan adalah area dekat tempat makan, kotak pasir atau litter box, maupun lokasi tidur kucing.
Kucing sering kali mencakar setelah bangun tidur atau selesai makan. Karena itu, menempatkan scratcher di lokasi yang sering dilewati kucing dapat membuatnya lebih mudah beralih dari furnitur ke tempat khusus tersebut.
Sudah menyediakan scratcher, tetapi kucing malah kembali mencakar sofa? Jangan langsung menyerah. Kucing terkadang membutuhkan waktu untuk mengenali bahwa tempat baru tersebut memang diperuntukkan sebagai lokasi mencakar.