NADIKABAR.COM — Ledakan dahsyat terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan. Ledakan tersebut memakan 2 korban jiwa.

Dirangkum NadiKabar, Jumat (16/10/2026), ledakan dahsyat tersebut terjadi pada Rabu (14/10) malam. Ledakan terjadi sekitar pukul 18.15 WIB.

Saking kuatnya, ledakan tersebut bahkan mengakibatkan sejumlah bangunan di Pasar Cimanggis runtuh. Reruntuhan tersebut pun menimpa para korban.

Berikut ini fakta-fakta ledakan dahsyat di Pasar Cimanggis, Ciputat:

Ledakan di Pasar Cimanggis ternyata memakan korban. Sebanyak 2 orang meninggal dunian dan 11 luka-luka imbas ledakan yang terjadi jelang malam hari tersebut.

"Data korban sementara total korban 13 orang, dengan rincian 11 orang luka-luka dan 2 orang meninggal dunia," kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Dua korban meninggal dunia adalah Riko dan Achmad Tri Prasetyo. Sementara itu, 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di tiga rumah sakit: RSUD Tangsel, RS Sari Asih, dan RS Fatmawati.

"Ada empat orang luka berat, dua di antaranya luka bakar 90 persen, yakni atas nama Andri dan Andre," imbuhnya.

Polisi lantas melakukan penyelidikan terkait ledakan tersebut. Terungkap fakta bahwa ledakan berasal dari salah satu ruangan di pasar itu.

Polisi menyelidiki kasus itu dengan dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ada 18 rekaman CCTV yang turut diamati disertai pengumpulan keterangan para saksi di TKP.

Akhirnya diketahui ledakan berasal dari ruang pematangan (ripening room) pisang di pasar. Polisi memastikan ledakan ini bukan disebabkan bom.

"Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam satu ruangan ripening untuk mematangkan buah pisang itu," ujar Kabid Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring.

Lebih lanjut, AKBP Jakaria mengatakan pihaknya menemukan tabung gas etilen 52 kilogram (kg) serta selang untuk menyalurkan gas ke ruangan ripening mematangkan buah pisang.

"Yang pertama kita menemukan ada sebuah tabung gas isi 52 kilo, itu tabung gas etilen ya, gas etilen. Kemudian kita juga menemukan potongan selang, selang untuk menyalurkan gas etilen tersebut ke ruangan ripening ya, ripening ini adalah ruangan untuk mematangkan buah pisang agar cepat matang dan dia bisa matang merata," ujar Jakaria.

Di lokasi juga ditemukan dinamo dari kipas yang diduga pecah. Dia mengatakan timnya masih memeriksa dinamo tersebut.

"Kemudian komponen dari dinamo itu sendiri, biasanya kalau dinamonya itu sudah memang ada korslet atau rusak bisa menimbulkan percikan api berarti seharusnya dia ada kerusakan, tapi kalau nanti masih bagus berarti mungkin dari faktor lain," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang berada di dekat lokasi kejadian, Vian (40), menceritakan ledakan yang terdengar sangat keras tersebut. Dia menyebut mulanya warga langsung keluar mencari sumber suara ledakan.

"Ya, jadi kurang lebih jam 18.15-an lah. Ya, itu ada suara ledakan, ya keras banget gitu loh. Terus ya kita langsung spontan kan keluar lihat, itu udah berasap gitu, asap. Asap kayak debu aja sih sebenarnya, terus bau-baunya juga," ujar Vian di Pasar Cimanggis, Kamis (15/10).

Vian mengaku kaget saat melihat kondisi di sekitar lokasi ledakan. Dia melihat mobil boks yang biasa terparkir di depan ruko terlempar ke seberang jalan dan mengalami kerusakan akibat ledakan.

"Kaget. Kita langsung benar-benar sempat bengong aja, apa nih? Langsung ya spontan aja keluar lihat udah seperti itulah udah. Tadinya malah lihat, kita lihat tuh kan biasa tuh di depan ruko ini tuh terparkir mobil-mobil lah, boks gitu. Nah, itu sampai ada yang terlempar gitu ke seberang sini, mobil boks-nya. Itu saking ya tadi saking kencangnya ledakannya kedorong gitu mungkin," ujarnya.

Vian juga melihat korban di lokasi kejadian sudah terluka parah dan ditolong warga sekitar. Setelah itu, polisi dan ambulans langsung datang untuk melakukan evakuasi.

"Iya ada korban-korban yang udah, ada yang keluar beberapa dengan udah luka darah, ya kan. Situ ya ada sempat yang beberapa juga udah ditolong langsung sama warga," ujarnya.