Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, penyidik telah mengirimkan sampel organ tubuh korban ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Langkah ini diambil guna mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat kimia atau racun.
"Tersangka sudah di tahan, kita masih menunggu hasil autopsi dan hasil lab karena saya bisa berasumsi untuk mengetahui penyebab kematian korban," jelas Anton.
"Kemarin beberapa sampel tubuh sudah dikirim lab, apakah ada kandungan racun atau hal-hal lain," katanya menambahkan.
Anton mengatakan, pelaku SDS (31) tak mengaku membunuh korban. Namun, mengakui ia membungkus dan membuang jasad korban.
"Keterangan sementara dia tidak mengakui melakukan kekerasan, tapi dia ada upaya untuk menutupi kematian korban dengan cara ketika korban meninggal, membungkus korban dan berencana membuang mayatnya," kata Anton ditemui di Lapang Tegallega, Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).