Kang (29 tahun), yang biasanya menghabiskan liburan musim gugur di Jeju, memutuskan untuk membatalkan seluruh rencananya tahun ini dan tetap tinggal di Seoul.
"Biasanya saya bepergian sendiri untuk bersantai, namun setelah serangkaian insiden baru-baru ini, saya merasa bepergian sendirian ke Jeju sebagai seorang wanita tidak lagi aman," ujarnya kepada Chosun Daily.
Di media sosial, perdebatan sengit mengenai apakah orang-orang sebaiknya tetap mengunjungi Jeju telah menarik perhatian ribuan orang.
"Saya sudah memesan tiket ke Jeju untuk bulan Oktober, namun kini saya mempertimbangkannya kembali. Saya bahkan tidak yakin apakah pusat kotanya aman," tulis sebuah akun.
Pengguna lain mengatakan bahwa keluarganya sedang mempertimbangkan untuk membayar denda pembatalan karena anak-anak mereka merasa takut.
Serangkaian kematian yang melibatkan orang hilang telah memicu berbagai rumor, yang berdampak langsung pada bisnis pariwisata di Jeju.
Pemilik sebuah penginapan di Hallim-eup mengatakan kepada Chosun Daily bahwa kawasan tersebut biasanya memiliki tingkat keamanan yang baik dan penerangan jalan yang memadai.