"Kami sering menerima wisatawan yang bepergian sendiri, jadi sangat disayangkan bahwa seluruh komunitas kini terkena dampak negatifnya," katanya.

Para pemilik akomodasi di sekitar lokasi tersebut juga menerima banyak panggilan telepon yang menanyakan perihal situasi keamanan.

Insiden-insiden ini terjadi di saat industri pariwisata Jeju sedang mengalami penurunan.

Menurut Organisasi Pariwisata Jeju, pulau tersebut menerima lebih dari 963.000 wisatawan domestik pada bulan Juli. Angka ini turun 12% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menandai kali pertama jumlah kunjungan bulanan turun di bawah satu juta sejak pandemi Covid-19.

Pada bulan Agustus, rata-rata jumlah pengunjung harian tercatat sekitar 35.200 orang, angka yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meningkatnya kecemasan publik diperkirakan akan semakin membebani pemulihan ekonomi pulau tersebut tahun ini.