NADIKABAR.COM — Istilah tone deaf marak disematkan warganet kepada mereka yang dianggap gak peka dengan keadaan sekitar. Predikat ini umumnya disematkan ketika seorang selebritas dinilai kurang peka atau menunjukkan sikap acuh terhadap kondisi sosial, ekonomi, maupun perasaan masyarakat luas.
Perilaku hingga pernyataan yang diunggah di media sosial kerap menjadi sorotan dan membuat selebritas dianggap gak berempati.
Berikut adalah selebritas Indonesia yang pernah dianggap tone deaf:
Gaya hidup dan kepolosan selebgram Livy Renata kerap menyita perhatian publik. Namun, respons serta ketidaktahuannya terhadap hal-hal mendasar dalam kehidupan masyarakat umum kerap dinilai berlebihan oleh sebagian netizen.
Tudingan tone deaf mengemuka ketika Livy memperlihatkan momen berlibur ke luar negeri di tengah situasi ekonomi yang sedang menantang. Livy memberikan tanggapannya, saat dianggap gak peka.
"Tapi like you're only young once. So I should like start traveling, I'm enjoying life sebelum tua dan punya anak," kata Livy Renata saat menjadi bintang tamu No Secret, Jumat (6/11/2026).
Musisi Maia Estianty sempat memicu perdebatan di media sosial usai membagikan pandangannya terkait rezeki dan kerja keras. Melalui unggahannya, Maia mengibaratkan rezeki manusia seperti burung liar yang harus rajin terbang agar mendapat makanan.
Unggahan tersebut menuai kritik pedas dari netizen. Publik menilai analogi tersebut menyederhanakan persoalan ekonomi.
Banyak pihak berpandangan bahwa kondisi finansial seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat kerja keras, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor ketimpangan ekonomi struktural.
Unggahan tersebut dianggap mencerminkan sudut pandang kelas atas yang minim empati.
Dikenal berprestasi dan berpendidikan tinggi, aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda juga tak luput dari sorotan. Tudingan muncul saat Maudy membagikan konten tentang mindfulness.
Dalam video tersebut, ia menyarankan publik untuk membatasi konsumsi berita buruk (bad news) demi menjaga kesehatan mental.
Saran tersebut langsung diprotes warganet. Netizen menilai kemampuan untuk rehat dari berita buruk merupakan sebuah hak istimewa (privilege) yang hanya dimiliki kelompok tertentu.
Bagi masyarakat umum, berita mengenai kondisi sosial-ekonomi adalah realitas yang harus dihadapi sehari-hari. Menanggapi gelombang kritik tersebut, Maudy kemudian menyampaikan permohonan maaf dan memperjelas konteks dari pernyataannya.
Komika Kiky Saputri yang dikenal kerap melontarkan kritik sosial turut panen kritikan warganet. Sorotan semakin tajam ketika rekaman video dirinya berada di dalam jet pribadi beredar.
Penggunaan istilah 'rakyat jelata' saat membagikan momen tersebut memicu reaksi keras. Kiky kemudian memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf.
Ia menjelaskan bahwa ucapan tersebut dimaksudkan sebagai sindiran atau sarkasme, bukan untuk merendahkan publik.