Toni sebelumnya mengungkap dugaan penganiayaan yang dialami anaknya bermula dari persoalan makanan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi goreng oleh seniornya, tetapi makanan yang dibawa justru mi kuah.
"Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng," tutur Toni.
Persoalan tersebut disebut memicu kemarahan senior di asrama. Menurut Toni, insiden dugaan penganiayaan pertama terjadi pada Rabu malam (9/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Toni mengatakan penganiayaan diduga kembali terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.