Terbaru, Wili mengatakan telah diresmikan dua jembatan gantung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada (28/8). Dua jembatan tersebut membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan yang sebelumnya terkendala kondisi geografis. Jembatan Gantung Jember 1 dibangun melintasi Sungai Kemuningsari Lor di Kecamatan Panti. Sementara Jembatan Gantung Jember 2 membentang di atas Sungai Lembung Lanjeng, Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk.
Wili menjelaskan ini adalah program PSMTI Pusat yang dijalankan PSMTI di daerah. Dia turut mengapresiasi karena program ini disambut positif masyarakat.
"Jadi programnya dari pusat, kita berikan ke daerah. Daerah yang mampu menjalankan mereka jalankan. Alhamdulillah hampir semua daerah sekarang bisa, yang mampu, yang bisa cari dana, cari dana masing-masing. Kalau dia kerja bagus, pasti masyarakat bantu, masyarakat yang mampu ya," jelasnya.
Donor darah juga menjadi program rutin yang dilaksanakan PSMTI. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan untuk membantu menjaga dan mencukupi ketersediaan stok darah nasional bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
"Kalau donor darah kami setahun 3 kali. Serentak se-Indonesia juga, karena kebutuhan darah sangat tinggi," ungkapnya.
Wili menjelaskan, aksi donor darah kerap dilaksanakan di bulan Ramadan. Digelar khusus untuk warga yang tidak berpuasa agar kebutuhan darah tetap tercukupi.
"Jadi kalau ada puasa utamanya Ramadan itu kita lebih optimalkan. Jadi kegiatan optimal kita itu donor darah, karena pada saat puasa Ramadan itukan biasa Islam kan tidak bisa kasih donor darahnya, sedangkan kebutuhan darah kan juga meningkat," terangnya.
"Jadi satu-satunya jalan kita minta yang minoritas yang tidak puasa membantu darah. Dan itu program utama kita setiap Ramadhan termasuk buka puasa, bagi-bagi takjil, itu hampir seluruh provinsi, kota-kabupaten. Kita puncaknya di Ramadan," lanjut Wili.