Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan gebyok atau ranting pohon. Petugas di lapangan juga membuat sekat bakar (firebreak) untuk mencegah kobaran api merambat ke kawasan hutan yang lebih luas.

"Petugas gabungan saat ini masih berusaha memadamkan kebakaran," tambahnya.

Buntut dari karhutla ini, pihak pengelola TNBTS resmi menutup total aktivitas pendakian Gunung Semeru. Kebijakan tersebut diambil demi mempermudah operasi pemadaman serta menjamin keselamatan para pendaki.

Namun, penutupan jalur pendakian tersebut berdampak langsung pada perekonomian warga di sekitar Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Pelaku usaha homestay dan pemilik warung mengeluhkan sepinya wisatawan.