Megawati kemudian kembali menggandeng Prananda menuju makam Guruh. Di depan pusara adiknya, Megawati terlihat mengusap nisan kayu. Dia juga meminta Prananda menancapkan bunga sedap malam di bagian depan makam.
Setelah bunga tertata, Megawati menuangkan air ke atas pusara Guruh. Sejumlah pimpinan pusat PDIP yang hadir kemudian turut melakukan tabur bunga secara bergantian.
Rangkaian peringatan 40 hari wafatnya Guruh berlanjut di kediaman almarhum di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Keluarga besar Bung Karno menggelar tahlilan dan doa bersama yang dihadiri puluhan santri.
Tampak hadir dalam acara tersebut Prof Din Syamsuddin yang menyampaikan ceramah setelah tahlilan. Sebelum acara dimulai, Rommy Soekarno mewakili keluarga besar menyampaikan sambutan untuk mengenang sosok pamannya yang akrab disapa Pak Lek Guruh.
Dalam sambutannya, Rommy mengungkapkan kehilangan mendalam atas kepergian Guruh. Dia menyebut Indonesia bukan hanya kehilangan anggota keluarga besar Soekarno, tetapi juga seorang maestro seni dan pemikir kebudayaan.
"Kepergian Pak Lek Guruh bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Soekarno. Indonesia telah kehilangan seorang maestro, seorang pemikir kebudayaan, sekaligus tokoh yang menjadikan kesenian sebagai medium perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa," ujar Rommy dengan suara bergetar.