Rommy mengatakan Guruh memandang seni bukan sekadar komoditas hiburan atau keindahan visual. Menurutnya, almarhum menempatkan seni sebagai cermin martabat peradaban sekaligus sarana perjuangan kebangsaan melalui musik, tarian, dan karya-karya yang sarat nasionalisme.
Rommy pun menyampaikan salam perpisahan dan doa untuk pamannya.
"Panggung kehidupanmu mungkin telah usai, tapi suara, pemikiran, dan karya-karyamu akan terus hidup dalam perjalanan seni dan kebudayaan Indonesia. Selamat jalan, Pak Lek Guruh. Karyamu abadi, pengabdianmu menjadi bagian dari sejarah bangsa," tuturnya.
Setelah sambutan tersebut, acara dilanjutkan dengan tahlilan dan doa bersama. Megawati tampak mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk mengenakan busana bernuansa putih dan selendang.
Turut hadir kakak Megawati, Guntur Soekarnoputra bersama istrinya, serta Kartika Sari Dewi Soekarno. Keluarga besar Bung Karno mengikuti doa bersama yang juga dihadiri puluhan anak yatim.
Dalam ceramahnya, Din Syamsuddin membahas kehidupan setelah kematian serta bekal yang perlu dipersiapkan manusia untuk menghadapinya. Dia juga memanjatkan doa bagi Guruh yang wafat pada usia 73 tahun.