NADIKABAR.COM — Tukang sol sepatu asal Damaskus, Ali bin al-Muwaffaq, yang hidup pada masa tabiin memilih mengurungkan pergi haji karena satu hal yang berkaitan dengan kehidupan tetangganya. Kisahnya menjadi perbincangan malaikat.
Diceritakan dalam buku 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah oleh Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, pada suatu musim haji, Abdullah bin al-Mubarak, seorang ulama ahli hadits terkemuka yang tinggal di Bagdad, tertidur usai menunaikan haji. Dalam tidurnya, dia bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit dan membicarakan jemaah haji yang mabrur tahun ini.
Dalam obrolan itu, salah satu malaikat menyebut dari 600 ribu jemaah haji, tidak satu pun dari mereka yang hajinya diterima. Namun, ada satu orang yang tidak berangkat ke Tanah Suci tapi hajinya diterima dan seluruh dosanya diampuni. Orang itu bernama Ali bin al-Muwaffaq, tukang sepatu di Damaskus.
Abdullah bin al-Mubarak lalu terbangun dengan gemetar. Dia lalu bergegas ke Damaskus mencari Ali bin al-Muwaffaq dari petunjuk yang dia dapat lewat mimpi. Seantero kota ia susuri hingga tibalah di sebuah rumah milik tukang sepatu itu.