NADIKABAR.COM — Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal menggagalkan penyelundupan 4,1 ton sianida asal Filipina di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi di Gorontalo, Rabu, mengatakan pengungkapan itu berawal dari informasi intelijen mengenai rencana penyelundupan bahan kimia berbahaya melalui perairan Gorontalo.
"Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut," kata Andi.
Ia menjelaskan operasi penindakan dimulai Jumat (25/9) sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu, tim laut menggunakan perahu karet Posal Kwandang mendeteksi sebuah pampboat asal Filipina yang diduga melakukan bongkar muatan ilegal di muara Pulau Lango, Kecamatan Tolinggula.
Muatan tersebut kemudian dipindahkan ke sebuah truk yang langsung meninggalkan lokasi.
Tim gabungan selanjutnya melakukan pengejaran hingga truk tersebut berhasil disergap sekitar pukul 03.55 WITA di sekitar gudang padi di wilayah Tolinggula.