Perdana Menteri (PM) Prancis, Sebastien Lecornu, mengumumkan bahwa "konferensi sosial" yang melibatkan serikat pekerja dan organisasi pengusaha akan diselenggarakan di Matignon pada Senin (9/11) pekan depan.

Aksi protes secara nasional ini juga mengganggu kegiatan di sekolah dan universitas. Kementerian Pendidikan Tinggi melaporkan adanya gangguan di sebanyak 60 dari 184 institusi, sedangkan serikat pekerja SNES-FSU mencatat tingkat partisipasi di kalangan staf sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mencapai 52 persen.

Pihak kepolisian melakukan intervensi terhadap aksi blokade yang dilakukan para pelajar di beberapa kota, termasuk Paris dan Bordeaux.

Unjuk rasa ini terjadi di tengah gerakan pelajar yang telah dimulai sejak pertengahan September, yang dipicu oleh keprihatinan mengenai kondisi pendidikan, pendanaan, dan ketersediaan staf.