NADIKABAR.COM — Kemarau 2026 mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Jembrana, Bali. Sebanyak 47,1 hektare lahan pertanian dipastikan puso akibat kekeringan dari total 138,3 hektare lahan yang terdampak.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Putu Eka Arta mengatakan lahan terdampak tersebar di lima kecamatan, yakni Negara, Jembrana, Melaya, Mendoyo, dan Pekutatan.

"Dari total 138,3 hektare lahan yang terdampak kekeringan, astungkara seluas 11 hektare di antaranya berhasil pulih. Namun sayangnya, terdapat 47,1 hektare lahan tanaman yang tidak bisa diselamatkan dan harus dinyatakan puso," ungkap Eka Arta, saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (3/9/2026).