NADIKABAR.COM — Satreskrim Polres Batu terus mendalami kasus kematian misterius mahasiswa S3 Universitas Brawijaya (UB) berinisial KHK. Jasad korban ditemukan di aliran Sungai Celumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Hingga kini, sebanyak 49 saksi telah diperiksa untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin menyatakan penyidikan perkara tersebut terus berjalan dan menunjukkan perkembangan. Jumlah saksi yang dimintai keterangan juga bertambah seiring proses penyelidikan.
"Langkah-langkah penyidikan yang kami lakukan adalah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 49 orang. Jadi berkembang, dari dulu 46 sekarang sudah 49, tiga orang saksi baru kami temukan," ujar Zaenal kepada awak media, Sabtu (12/9/2026).
Selain menambah saksi baru, penyidik kembali memanggil sejumlah saksi yang sebelumnya telah diperiksa untuk menggali keterangan lebih mendalam.
"Kami juga melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi yang sudah diperiksa sebelumnya sebanyak dua orang," imbuhnya.
Tak hanya mengumpulkan keterangan saksi, upaya pencarian barang bukti di sekitar lokasi kejadian juga terus dimaksimalkan.
Pada 2-3 September 2026 lalu, tim penyidik melakukan pengurasan di area sekitar lokasi penemuan sepeda motor korban. Lokasi tersebut berjarak sekitar 700 meter dari tempat jasad KHK pertama kali ditemukan.
Langkah tersebut dilakukan untuk melacak keberadaan barang-barang pribadi milik korban yang hingga kini masih hilang.
"Upaya pencarian barang bukti itu kami lakukan dengan tujuan untuk mencari barang-barang milik korban yang masih belum ditemukan. Dan juga barangkali ada temuan bukti petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa ini," terang Zaenal.
Dari proses pengurasan dan pencarian tersebut, Zaenal mengakui pihaknya menemukan beberapa benda di lokasi. Kendati demikian, polisi masih perlu mengklarifikasi temuan tersebut kepada keluarga atau pihak terdekat korban.
"Ada memang temuan beberapa barang, namun itu masih akan kami klarifikasi, kami pastikan kepada orang terdekat dari korban ini," jelasnya.
Ia menegaskan, barang-barang yang masih terus dilacak di antaranya sejumlah perangkat elektronik milik korban.
Zaenal juga menepis tudingan bahwa penanganan kasus tersebut berjalan di tempat. Ia menegaskan komitmen Polres Batu untuk mengungkap dan membuat terang peristiwa kematian mahasiswa UB tersebut.
"Bahwa penyidikan ini masih terus berlanjut dan kami juga sudah melakukan upaya-upaya penyidikan sampai nanti peristiwa ini jadi terang. Nanti perkembangan terkait penyidikan peristiwa ini akan kami beritahukan kepada rekan media lebih lanjut," tegasnya.
Sebelumnya, BEM Malang Raya sempat menyuarakan keprihatinan dan mendesak kepolisian mempercepat pengungkapan kematian KHK. Mereka menilai proses pengungkapan kasus tersebut berjalan lambat karena telah berlangsung lebih dari sembilan bulan sejak jasad korban ditemukan pada 20 November 2025.