Masih dari Tafsir Kemenag RI, pada surah Al Kahfi ayat 47 dijelaskan terkait peristiwa hari kiamat. Pada hari itu, Allah SWT mencabut gunung-gunung dari cengkeraman bumi sehingga hancur menjadi debu lalu diterbangkan ke udara sebagaimana Allah SWT menerbangkan awan.

Keadaan bumi tampak polos, tak ada lagi sisa-sisa benda peradaban manusia. Pohon-pohon kayu, sungai-sungai, dan laut yang selama ini terdapat di permukaan bumi musnah. Semua manusia tampak jelas di hadapan Allah SWT, tak ada satu pun yang menutupi keadaan mereka.

Artinya: "Dan apabila gunung-gunung dihancurkan."

Dalam Tafsir Kemenag RI diterangkan pada surah At Takwir ayat 3 gunung-gunung dihancurkan setelah dicabut dari bumi, diterbangkan di angkasa ketika terjadinya gempa dahsyat sehingga gunung-gunung itu terlepas dari dasarnya dan dilemparkan di angkasa layaknya awan yang ditiup angin laksana kapas.

Artinya: "Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu."

Melalui surah Al Mursalat ayat 10, Allah SWT menyebut gunung-gunung dihancurkan menjadi debu seperti ditafsirkan dalam Tafsir Kemenag RI. Pada ayat lainnya disebutkan kedatangan hari kiamat menyebabkan gunung-gunung berterbangan bagai kapas atau bulu yang diterbangkan angin atau dihancurkan sehancur-hancurnya.