NADIKABAR.COM — Realisasi investasi di Indonesia sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun atau 75,4% dari target. Singapura menjadi negara asal investasi asing terbesar di Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan, investasi Singapura sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai US$ 14 miliar atau berkontribusi 29,6% terhadap total penanaman modal asing (PMA) di Indonesia.
Sementara itu, Hong Kong menempati posisi kedua dengan investasi US$ 12,8 miliar, disusul China sebesar US$ 5 miliar. Jika digabungkan, investasi dari Hong Kong dan China mencapai US$ 17,8 miliar, melampaui Singapura.
"Yang pertama lima besarnya Singapura sebesar US$ 14 miliar atau 29,6%, kedua ini Hong Kong US$ 12,8 miliar atau 27,2%, ketiga Tiongkok itu US$ 5 miliar atau 10,5%. Kalau Hong Kong sama Tiongkok digabung, setelahnya mereka sudah lebih besar daripada Singapura ya. Kalau digabung ini menjadi US$ 17,8 miliar berbanding Singapura yang hanya US$ 14 miliar," jelas Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sementara itu, Amerika Serikat menempati posisi keempat dengan investasi US$ 3,4 miliar atau 7,1%. Jepang berada di urutan kelima dengan investasi US$ 2,6 miliar atau 5,6%.
"Yang keempat adalah Amerika Serikat US$ 3,4 miliar atau 7,1%, dan Jepang US$ 2,6 miliar," ujar Rosan yang juga CEO Danantara.
Sebagai informasi, realisasi investasi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai Rp 528,7 triliun. Secara kumulatif, investasi sepanjang Januari-September 2026 berhasil menyerap 2.194.496 tenaga kerja.
Berdasarkan sumber pendanaannya, investasi asing menyumbang Rp 777,8 triliun atau 50,5% dari total realisasi investasi. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 761,4 triliun atau 49,5%.