Getaran Terasa di Malang hingga Padang
Gempa tidak hanya terasa di Jakarta ataupun Jawa Barat. Getaran itu dirasakan hingga wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan di Sumatera Barat. Getaran terasa dengan skala MMI yang berbeda. Berikut rinciannya:
1. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi) di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur dan Tanggamus,2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal dan Cilacap,3. II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur , Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan,4. II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Lemong, Semaka, Bengkunat.
Akibat gempa itu, perjalanan KRL sempat berhenti sementara. Melalui akun X nya, KAI Commuter Line mangatakan pemberhentian dilakukan untuk mengecek jalur KRL.
"Telah terjadi gempa pada pukul 04.23 WIB di Kep. Seribu DKI Jakarta. Perjalanan Commuter Line diberhentikan sementara waktu guna pengecekan jalur terlebih dahulu secara menyeluruh," tulis KAI Commuter Line, Sabtu (12/9/2026).
Berselang sejam, pengecekan KRL selesai. Perjalanan kembali normal.
"Pengecekan jalur pascagempa telah selesai dilakukan pada pukul 05.26 WIB. Perjalanan Commuter Line lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, dan Tanjung Priok kembali beroperasi normal dan dalam proses penguraian kepadatan di lintas," tulis KAI Commuter Line melalui akun X nya, Sabtu (12/9/2026).
8 Perjalanan KAI Daop 5 Berhenti Luar Biasa
Pemberhentian sementara juga dilakukan pada 8 perjalanan kereta di wilayah Daop 5 Purwokerto dihentikan sementara. Langkah Berhenti Luar Biasa (BLB) ini dilakukan sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Petugas langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian di lintasan terdampak. Pemeriksaan mencakup kondisi jalur rel, jembatan, terowongan hingga fasilitas pendukung operasional perjalanan KA.