Serda Ahmad kemudian meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB. Toni pertama kali mendapat kabar mengenai kematian putranya sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan almarhum.
"Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," lanjutnya.
Informasi pertama yang diterima Toni menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian, Toni mendapat informasi berbeda dari rekan putranya yang menyebut kematian tersebut diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior.
"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior," imbuh Toni.
Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Keluarga juga mendapat informasi mengenai adanya luka pada tubuh almarhum.
"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," jelas Toni.
Mabes TNI AU memastikan dugaan kekerasan terhadap Serda Ahmad tengah ditangani Pomau. Penyelidikan dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti yang diperlukan.
"TNI Angkatan Udara menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang personel TNI AU, Serda AMF. Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kekerasan yang dialaminya," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, Jumat (11/9/2026).
"Pomau telah meminta keterangan dari sejumlah pihak serta mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang diperlukan guna pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung," lanjutnya.