"Jadi pelaku ataupun tersangka ini selalu membawa celurit di badannya. Jadi sudah bisa dibilang sejak ada kejadian di daerah sana, dia sudah menyiapkan sendiri senjata tajam," tuturnya.

Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, pelaku sedang menikmati santap malam bersama istrinya. Kemudian pelaku melihat iring-iringan sepeda motor yang diikuti oleh korban.

"Tersangka sedang bersama istrinya membeli makan di sekitar TKP (tempat kejadian perkara), lalu Tersangka melihat iring-iringan sepeda motor di jalan raya, sehingga Tersangka spontan terpancing melakukan aksi tawuran dengan membawa celurit dan menyerang korban," bebernya.

Arfan mengatakan pelaku ini sudah sering melakukan tawuran. Namun, pada saat kejadian itu pelaku sedang bersama istrinya saja.

"Jadi saya pastikan bahwa pemuda tersebut sudah sering untuk melakukan atau mengajak (tawuran). Tapi kemarin karena tidak mengajak rombongannya, hanya mengajak istri, jadi sengaja langsung membacok korban tersebut," jelasnya.

Polisi mengungkap detik-detik MR (26) membacok suporter bola yang menewaskan ARK di Jalan Raya Jakarta, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Peristiwa berawal ketika korban hendak pulang setelah menonton pertandingan di area Stadion Pakansari.

"Kurang lebih setelah pertandingan, korban dan saksi memutuskan untuk kembali pulang. Selanjutnya, menurut keterangan saksi, mereka melihat rombongan kelompok yang sedang konvoi," kata Arfan.