Kemudian sejak 2012, kompleks tersebut mulai mengembangkan penerjemahan makna Al-Qur'an ke dalam bahasa isyarat.
Surah Al-Fatihah dan Juz Amma atau juz ke-30 menjadi bagian yang direkam dan diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat.
Kompleks ini juga memiliki pusat teknologi yang bertugas memeriksa versi digital Al-Qur'an, baik teks maupun rekaman audio, untuk memastikan ketepatan dan mengoreksi kesalahan sebelum digunakan atau disebarluaskan.
Popularitas Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd tidak hanya terlihat dari jumlah produksinya. Kompleks ini juga menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian umat Islam dari berbagai negara.
Pada 1447 H, kompleks tersebut mencatat rekor kunjungan baru dengan menerima lebih dari 1,3 juta pengunjung dari seluruh dunia.
Dengan berbagai fasilitas dan kegiatannya, Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd menjadi salah satu pusat penting dalam pelestarian, pencetakan, penelitian, penerjemahan, dan penyebarluasan Al-Qur'an di tingkat global.