9 September Hujan Meteor ε-Perseid Puncak, sekitar 5 meteor/jam
23 September Ekuinoks September Matahari melintasi bidang ekuator Bumi
26 September Harvest Moon Bulan Purnama, puncak pukul 23.48 WIB
27 September Hujan Meteor Sextantid Puncak, sekitar 5 meteor/jam
Tidak semua fenomena astronomi membutuhkan peralatan khusus untuk diamati. Namun, kondisi lokasi sangat menentukan keberhasilan pengamatan.
Bagi masyarakat yang ingin mengamati fenomena langit September 2026, beberapa hal yang perlu diperhatikan tim redaksi lain:
Pilih lokasi dengan langit yang minim polusi cahaya.
Periksa kondisi cuaca sebelum melakukan pengamatan.
Pilih waktu pengamatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing fenomena.
Berikan waktu bagi mata untuk beradaptasi dengan kondisi gelap.
Hindari sumber cahaya terang di sekitar lokasi pengamatan.
Gunakan aplikasi atau peta langit jika ingin mengetahui posisi rasi bintang dan arah datangnya meteor.
Perlu diingat, waktu dan tingkat keterlihatan fenomena astronomi dapat berbeda berdasarkan lokasi pengamat, kondisi cuaca, polusi cahaya, serta waktu terbit dan terbenam benda-benda langit.
Jadi, bagi pencinta astronomi, September 2026 memiliki sejumlah fenomena langit menarik yang layak dicatat, mulai dari hujan meteor Aurigid pada 1 September, ε-Perseid pada 9 September, ekuinoks pada 23 September, Harvest Moon pada 26 September, hingga hujan meteor Sextantid pada 27 September.
Jangan lupa mencatat tanggalnya agar tidak melewatkan fenomena langit yang dapat diamati sepanjang September 2026.