Dikutip dari American Kennel Club, sebuah studi gempa bumi di Siberia mencatatkan perubahan perilaku cemas pada anjing. Mereka menggonggong tanpa alasan, melolong, dan berlarian tak tentu arah beberapa menit hingga beberapa jam sebelum gempa terjadi.

Penelitian lain yang dilakukan di sebuah peternakan Italia menemukan hasil serupa. Beberapa hewan, termasuk sapi, domba, dan anjing, menunjukkan tingkat aktivitas yang luar biasa tinggi menjelang gempa. Mereka bereaksi semakin 'beringas' apabila semakin dekat dengan titik episentrum gempa.

Ada banyak kejadian yang mengindikasikan kemampuan burung membaca tanda kedatangan gempa bumi. Dilansir Little Peckers, salah satunya adalah pada gempa bumi Oklahoma September 2021. Citra radar menunjukkan peningkatan jumlah burung liar yang terbang 15 menit sebelum bencana alam itu terjadi.

Disadur dari Animals Around The Globe, salah satu jenis burung yang diyakini mampu memprediksi gempa bumi adalah merpati. Diperkirakan, burung satu ini menggunakan indra mereka yang tajam, termasuk magnetoresepsi burung, penglihatan, dan pendengaran untuk menangkap pertanda.

Meski sejumlah penelitian dan laporan menunjukkan adanya perubahan perilaku pada beberapa hewan sebelum gempa bumi terjadi, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk memastikan bahwa hewan benar-benar mampu memprediksi gempa.

Perilaku seperti ular keluar dari persembunyian, kucing dan anjing menjadi gelisah, hingga kodok meninggalkan habitatnya memang menarik untuk diamati. Namun, tetap saja belum dapat dijadikan indikator pasti bahwa gempa akan segera terjadi.

Dengan demikian, alih-alih menyebut mereka mampu memprediksi gempa bumi, hewan-hewan peliharaan di atas diyakini mampu merasakan tanda-tanda tertentu sebelum gempa terjadi. Perilaku aneh bisa dijadikan peringatan, tetapi tidak sepatutnya dijadikan patokan pengambilan keputusan.

Nah, itulah 5 hewan peliharaan yang mampu membaca tanda sebelum kedatangan gempa. Semoga menambah wawasan pembaca, ya!