Jika dibandingkan kompor gas dan kompor listrik, kompor induksi bisa memasak air paling cepat. Consumer Reports menemukan bahwa kompor induksi bisa merebus air 40% lebih cepat dan pengaturan memasak lebih mudah disesuaikan serta responsif.
Hal ini bisa terjadi karena cara kerja kompor tersebut. Alih-alih memanaskan pemanas koil induksi dan mentransfer energi ke perlatan masak, kompor induksi menggunakan media nasional tembaga yang dialiri arus listrik bolak-balik yang menciptakan medan magnet.
Ketika meletakkan alat masak magnetik di atasnya, arus listrik kecil dikirim ke logam, sehingga panci atau wajan bisa panas dengan cepat.
Cara kerja tersebut membuat waktu memasak juga menjadi semakin cepat. Kalau kompor gas biasanya butuh waktu 15 menit untuk memanaskan panci isi enam liter air, berbeda dengan kompor induksi yang hanya butuh waktu 5 menit.
Kompor gas bisa membahayakan lingkungan karena melepaskan metana ke udara, bahkan saat kompor dimatikan. Alat ini juga mengeluarkan formaldehida dan benzena, berupa racun dan karsinogen terkait dengan kanker dan asma.
Jika gas alam tidak terbakar atau tidak sepenuhnya terbakar, kompor dapat mengeluarkan karbon monoksida ke udara, yang bisa berisiko mengakibatkan keracunan. Gejala yang ditimbulkan seperti flu hingga kerusakan organ.
Kompor induksi tidak akan mengeluarkan polutan udara dalam ruangan seperti kompor gas. Jadi, alat ini tidak menimbulkan risiko kebocoran berbahaya atau keracunan karbon monoksida.
Kompor ini juga bisa mencegah masalah kesehatan disebabkan oleh partikel debu di udara, yang biasanya muncul ketika masak dengan kompor gas.