Sate lalat menjadi salah satu kuliner khas Madura yang namanya cukup membuat penasaran. Jangan khawatir, sate ini sama sekali tidak menggunakan lalat sebagai bahan makanan.
Nama tersebut merujuk pada ukuran potongan daging yang sangat kecil. Potongannya dibuat mungil hingga dianggap menyerupai ukuran lalat.
Daging yang digunakan pun bukan serangga, melainkan bisa ayam, sapi, kambing, atau jenis daging lainnya. Potongan daging kemudian ditusuk, dibakar, dan disajikan bersama bumbu.
Nasi kucing merupakan menu yang sangat populer di angkringan, terutama di Yogyakarta dan Solo. Namanya mungkin membuat orang membayangkan nasi yang disiapkan untuk hewan peliharaan.
Padahal, nasi kucing merupakan nasi dengan lauk sederhana dalam porsi yang sangat kecil. Isinya bisa berupa sambal, teri, ikan, atau lauk sederhana lainnya.
Nama kucing muncul karena porsinya yang sedikit dan dianggap seperti makanan untuk kucing. Karena ukurannya kecil, seseorang biasanya bisa menyantap lebih dari satu bungkus sekaligus.